๐Ÿ“ฐ Ora Sambat, Ora Semangat โœ๏ธ Renungan Musim Hujan ๐Ÿ“ธ Sekolah Petani ๐ŸŽค Penerbang Layang-layang ๐Ÿ—ž๏ธ Fotografi Analog ๐Ÿ“ฐ Ora Sambat, Ora Semangat โœ๏ธ Renungan Musim Hujan ๐Ÿ“ธ Sekolah Petani ๐ŸŽค Penerbang Layang-layang ๐Ÿ—ž๏ธ Fotografi Analog

Sekolah Petani

Mendekati akhir kelas tiga SMP, aku sudah membulatkan tekad untuk meneruskan studi ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), jurusan Teknik Komputer Jaringan atau lebih akrabnya TKJ.

Mulai dari situlah hobi menuntunku sedikit banyak belajar tentang komputer walau hanya hardware dan software sederhana, juga seluk beluk turunannya seperti samrtphone, ya di waktu itu smartphone sudah mulai merambah kalangan anak SMP, biasanya merek favorit kala itu ialah C***s.

Singkat cerita, setelah aku mendaftar di dua sekolah berbeda, aku tetap saja tidak lolos masuk ke jurusan yang kuidamkan. Kecewa sudah pasti, bingung harus bagaimana, karena tujuanku masuk SMK ya hanya itu.

Namun, di salah satu SMK aku mendaftar tadi, tepatnya SMKN 1 Kademangan, Blitar. mereka memberikan dua opsi pilihan jurusan. Pertama adalah jurusan utama kita. Kedua adalah jurusan jika kita tidak lolos masuk ke jurusan pertama.

Dalam pilihan kedua itu aku megambil jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), mudahnya adalah Pertanian.Ya, mengingat aku berasal dari keluarga petani, dan baiklah … aku melanjutkan studiku di jurusan ATPH.

Di ATPH inilah aku menempuh tiga tahun SMK, merelakan impian  masuk TKJ.

Sebuah jurusan yang tidak pernah aku bayangkan, jurusan yang mulanya tidak aku ketahui ada di tingkat SMK. Jurusan yang dulu dipandang seabagai jurusan โ€œbuanganโ€ siswa yang tidak lolos di pilihan utamanya. Jurusan para calon petani. Tapi apakah jurusan Pertanian hanya sebatas melahirkan seorang petani?

ternyata TIDAK!

.

.

Di SMK, yang dipelajari masih ilmu dasar pertanian. Meliputi budiaya sederhana, pengolahan tanah, perawatan, dan aspek-aspek umum budidaya lain. Setelah lulus dan melanjutkan studi di jenjang universitas barulah pertanian dipelajari lebih dalam.

Di perkuliahan aku lanjut mengambil jurusan Agribisnis, hanya bedanya di jenjang kuliah, agribisnis lebih spesifik ke sosial ekonomi, pengolahan, juga pemasarah hasil. Sementara lingkup luas budidaya yang lebih detail ada di jurusan Agroteknologi.

Dari sini aku semakin menyadari memang jalan yang Allah SWT gariskan tidak salah. Hanya kadang kitanya saja yang selalu berfikir dengan nafsu. Bahwa belajar di pertanian tidak sebatas bagaimana proses budidaya merawat tanaman, mengolah tanah, atau sekedar bertanni, tapi lebih dari itu.

Faktanya pertanian sangatlah kompleks. Karena kita mempelajari kultur sosial para petani yang pastinya berbeda di setiap wilayah. Mempelajari apa yang menjadikan pertanian sampai saat ni tetap dipandang sebelah mata.

Meski faktanya pertanian adalah sektor primer seluruh negara dunia. Memikirkan dan mengembangkan inovasi plus terobosan baru bukan hanya dari segi teknologi, juga dari segi sosio kultural, merubah kebiasaan buruk masyarakat yang ternyata juga menghambat berkembangnya pertanian di Indonesia. Dan masih sangat banyak hal yang dipelajari.

Inilah yang seharusnya disadari oleh pelajar dan mahasiswa pertanian. Bahwa siapapun yang masuk ke jurusan pertanian secara tidak langsung pasti akan bergelar โ€œpetaniโ€, hanya saja  petani yang bagaimana?

Pelajar dan mahasiswa pertanian haruslah menajdi petani penggerak yang menyadarkan petani umum menuju arah yang lebih baik. Tidak hanya mengandalkan kebiasaan yang terkadang hasilnya baik, tapi juga sering sebaliknya. Kebiasan yang tanpa mereka sadari bisa merugikan.

Petani penerus yang benar-benar memperjuangkan pertanian, bukan sekedar mencari ijazah. Mengingat selama manusia tidak bisa berfotosintesis, mencerna batu bara, menimum BBM, pertanian akan terus dibutuhkan.

Meski terlihat remeh, sejatinya para petani adalah akar utama yang berjuang keras menembus lapisan tanah, mengorek hara, menyerap air guna terus menjaga sebuah pohon berdiri tegak, subur, rindang, serta berbuah lebat, yaitu negara ini beserta seluruh penduduknya. Dimana jika akarnya lemah dan terinfeksi patogen, maka pohon itu pastinya juga akan lemah bahkan rubuh, hancur.

Sementara pelajar serta mahasiswa pertanian adalah serabut dan bintil akar yang memabantu akar utama menancap lebih dalam, lebih kuat dalam mencari hara serta sumber air, yang nantinya juga akan menjadi akar utama penopang hidup sebuah pohon.

.

.

Abi Subekti, 12 Desember 2019

Bagikan artikel ini:

WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *